Ukuran Softlens Paling Besar Tidak Berarti Membuat Matamu Membesar, Kok Bisa?

Penggunaan softlens saat ini lebih dari sekedar sebagai alat bantu mengoreksi mata minus saja. Softlens sudah menjadi gaya hidup atau life style yang digemari banyak perempuan mulai dari remaja hingga dewasa. Selain itu, penggunaan softlens juga karena ketidak nyamanan menggunakan kacamata. Seiring meningkatnya permintaan terhadap soflens, softlens pun juga hadir dalam beragam jenis dan bentuk. Mulai dari yang warna beraneka macam seperti coklat, biru, bahkan hijau sekali pun hingga ukuran diameter lensa yang berbeda beda. Salah satu merk softlens yang digemari adalah softlens x2 by Exoticon.

Softlens ini memiliki banyak seri antara lain bio, glam, diary, dan yang terbaru seri stardust. Eits, tapi kali ini, kita tidak akan membicarakan tentang merk yang satu ini. Kita akan membicarakan masalah diameter softlens. Pasti sering banget deh kita kalau mau membeli softlens, akan bertanya kepada penjualnya,”Ukuran Softlens paling besar merk apa ya?”Harapan kita, tentu dengan menggunakan softlens berdiameter besar, mata kita akan terlihat lebih besar dan lebar, atau kalau meminjam istilah orang Jawa, matanya terlihat belo.

Saat kita membeli softlens, ukuran softlens ini akan tertera pada kemasan softlens yang biasanya dapat kita ambil informasinya melalui kode DIA alias diameter. Diameter ini merujuk pada diameter lensa. Ukuran diameter lensa ini berpengaruh terhadap kenyamanan penggunaan softlens. Ukuran diameter ini beragam. Mulai dari 13,8 mm sampai ukuran soflens paling besar yang tercatat saat ini adalah 22,8 mm merk EyeMony buatan Korea. Jika kamu termasuk yang tidak terlalu besar maupun kecil, ukuran yang paling pas, standar, dan banyak dijual adalah sekitar 14,5 mm.

Diameter yang beragam ukuran tersebut, memberikan pilihan kepada penggunanya menyesuaikan dengan kondisi mata penggunanya. Dalam artian, softlens yang terpasang ideal, yaitu tidak ketat maupun longgar, bisa jadi terpasang tidak pas bagi pengguna lainnya. Ketidaksamaan ini dipengaruhi banyak hal, antara lain air mata, lengkung kornea, dan tentu saja bola mata.

Nah, diameter lensa ini disesuaikan  dengan ukuran bola mata kita. Memang bola mata tidak bisa diukur, tapi paling tidak bisa dikira kira. Tentu pemilik bola mata yang kecil tidak nyaman jika menggunakan yang berdiameter lebar, begitu pula sebaliknya. Namun sebagian kita terkadang agak memaksakan menggunakan yang berdiameter lebar karena menganut semboyan,”beauty is pain”.

Padahal, tahu kah, bahwa yang sesungguhnya membuat mata kita terlihat lebar bukan lah diameter lensa, tetapi diameter area lensa yang diberi warna. Jadi, diameter lensa yang besar terkadang tidak berbanding lurus dengan diameter area lensa yang berwarna.

Warna pada lensa tersebut sesungguhnya memanipulasi warna iris (bagian dari mata yang berwarna hitam atau coklat). Nah, jika diameter warna yang menentukan kesan pada mata. Semakin lebar dan besar ukuran diameter warnanya, tentu akan semakin lebar pula mata kita. Namun demikian, pengunaan diameter warna yang terlalu besar ini justru akan menimbulkan kesan yang tidak natural. Sehingga jangan lupa untuk mempertimbangkan hal ini sebelum membeli softlens agar tidak terlihat menakutkan dan tetap alami bagi diri kita sendiri.

Selain itu, ada hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli softlens, antara lain warna softlens yang dipilih. Bagi orang Asia, warna yang cocok selain hitam adalah coklat tua atau abu abu tua. Semoga artikel ini membantu memilih softlens yang tepat untukmu ya!

Referensi :

https://review.bukalapak.com/beauty/review-2-15147

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *